SNMPTN Dilaksanakan Berdasarkan Hasil Penelusuran Prestasi Akademik

2018-02-20 14:09:29

Medan, 27/1 (Antara) – Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2018, di Universitas Negeri Medan dilaksanakan berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor semester satu sampai semester lima bagi SMA/SMK/MA atau sederajat.

“Dengan masa belajar 3 (tiga) tahun atau semester 1 (satu) sampai dengan semester 7 (tujuh) bagi SMK atau belajar 4 (empat) tahun, dan mengisi portofolio akademik,” kata Wakil Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Abdul Hamid K, MPd, di Medan, Sabtu.

Selain itu, menurut dia, sekolah yang siswanya mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan data prestasi siswa di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

“Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), memiliki prestasi unggul, dan rekam jejak prestasi akademik di PDSS,” ujar Hamid.

Ia menyebutkan, siswa yang akan mendaftar SNMPTN wajib membaca informasi pada laman Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dipilih tentang ketentuan yang terkait dengan penerimaan mahasiswa baru di PTN tersebut.

Sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN adalah SMA/SMK/MA atau sederajat (termasuk SRI di luar negeri) kelas terakhir pada tahun 2018 yang memenuhi persyaratan.

“Memiliki prestasi unggul, yaitu calon peserta masuk peringkat terbaik di sekolah, dengan ketentuan berdasarkan akreditasi di sekolah.Akreditasi A, 50 persen terbaik di sekolah, akreditasi B, 30 persen terbaik di sekolah, akreditasi C, 10 persen terbaik di sekolah, dan belum terakreditasi,5 persen terbaik di sekolah,” ucapnya.

Hamid mengatakan, memenuhi persyaratan lain yang telah ditentukan oleh masing-masing PTN (dapat dilihat pada laman PTN bersangkutan).

“Jadwal SNMPTN 2018, yakni pengisian dan Verifikasi PDSS, 13 Januari hingga 10 Februari, pendaftaran SNMPTN, 21 Februari hingga 6 Maret, pengumuman Hasil Seleksi , 17 April, dan Pendaftaran ulang peserta yang lulus di PTN masing-masing, 8 Mei 2018 (Bersamaan dengan ujian Tertulis SBMPTN),” kata Wakil Rektor I Unimed.

Unimed juga akan menampung sebanyak 30 persen mahasiswa bidik misi dari kuota 5.500 jumlah mahasiswa yang diterima pada SNMPTN.

Mahasiswa bidik misi itu, merupakan siswa dari SLTA yang memiliki nilai akademik yang cukup bagus.

Namun, pelajar SLTA itu, dianggap tidak mampu dari segi finansial untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Pemerintah melalui Kemenristekdikti dan PTN tetap akan memperhatikan siswa SLTA yang memiliki prestasi untuk dapat diterima pada SNMPTN.

Sebelumnya, sebanyak 860 mahasiswa dari bidik misi diterima pada SNMPTN 2017 di Unimed.

Pada SNMPTN Tahun 2016, Unimed juga menerima 800 mahasiswa bidik misi.